MTN IkonInspirasi x Baomong Film Flobamora Film Festival Bahas Peran Produser di Era Digital

Kupang, NTT – Baomong Film, salah satu rangkaian program Flobamora Film Festival 2025, berkolaborasi dengan Manajemen Talenta Nasional Seni Budaya (MTN Seni Budaya) menghadirkan diskusi publik inspiratif terkait peran produser film di era digital, Kamis, (7/8).

Obrolan hangat bersama Florence Giovani di Flobamora Film Festival, Doc. Tim Publikasi F3.

Keterlibatan MTN Seni Budaya pada Flobamora Film Festival adalah dihadirkannya MTN IkonInspirasi yang mempertemukan peserta dengan tokoh untuk berbagi wawasan dan pengalaman kreatif.

Dengan mengangkat tema “Produser di Era Digital: Antara Kreativitas dan Teknologi”, sesi ini menghadirkan produser muda progresif Indonesia, Florence Giovani pendiri Studio Antelope, dengan Elzy Grazia sebagai moderator.

Florence Giovani berbagi pengalaman produser film di era digital, Doc. Tim Publikasi F3.

MTN Seni Budaya adalah program strategis nasional yang dikelola Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia untuk menjaring, mengembangkan, dan mempromosikan talenta seni budaya Indonesia secara terstruktur dan berkelanjutan. 

Diskusi yang membahas bagaimana kemajuan teknologi digital mengubah peran produser film secara signifikan, mulai dari pengembangan cerita, proses produksi, hingga strategi distribusi yang kini semakin terhubung dengan platform digital, yang dihadiri oleh 127 orang.

Pada kesempatan ini, Florence Giovani, berbagi pengalaman memanfaatkan teknologi dan AI sebagai alat bantu yang mempercepat proses kerja tanpa menghilangkan sentuhan manusia (human touch) dalam karya film. 

Ia mencontohkan pemakaian Artificial Intelligence (AI) untuk pembuatan storyboard yang kini bisa dilakukan lebih cepat dan dengan biaya lebih efisien, namun tetap memerlukan arahan kreatif dari pembuat film. 

“AI sebaiknya diposisikan sebagai pendukung, bukan pengganti kreator. Ide, emosi, dan arah cerita harus lahir dari pembuat film. AI boleh membantu di tahap teknis seperti editorial atau memoles naskah, tapi keputusan kreatif dan rasa tetap milik manusia,” ujarnya.

Pernyataan ini sejalan dengan semangat MTN Seni Budaya yang mendukung ekosistem kreatif di Nusa Tenggara Timur melalui kolaborasi lintas disiplin dan generasi. Lebih lanjut, Ellen Rolinska Programmer Baomong Film mengatakan bahwa kolaborasi dengan MTN Seni Budaya dalam menghadirkan program seperti ini menjadi langkah penting bagi ekosistem film lokal. 

“Kami ingin ruang ini menjadi tempat di mana generasi muda belajar langsung dari para praktisi, mendapatkan inspirasi, dan memahami bahwa teknologi dan kreativitas bisa berjalan beriringan,” ujarnya.

Sementara itu, Adriana Ngailu, salah satu peserta diskusi, menyampaikan apresiasinya terhadap kolaborasi Baomong Film dan MTN Seni Budaya.

“Diskusi ini sangat menarik, tentang cara produser menempatkan diri antara kreativitas dan teknologi dari narasumber langsung yang mumpuni. Dalam diskusi menjelaskan peranan AI membantu memberikan contoh template manajerial administrasi untuk bayangan pembuatan produksi film dan membuka wawasan saya tentang bagaimana teknologi bisa menjadi sahabat bagi proses kreatif,” ujarnya.

Suasana diskusi bersama, Doc. Tim Publikasi F3.

Dengan adanya dukungan MTN Seni Budaya, sesi Baomong Film kali ini diharapkan memberi wawasan praktis bagi generasi pembuat film berikutnya untuk tetap adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa kehilangan identitas kreatif. Selain itu juga berkomitmen untuk terus menjadi wadah pertukaran gagasan yang mendorong kemajuan perfilman di wilayah Nusa Tenggara Timur.

Informasi dan jadwal lengkap dapat diakses lewat akun Instagram resmi @flobamorafilmfestival

Penulis : Maria Yudistira W.B. Mango

Editor : Yose Bataona

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *